Harga Smartphone Diprediksi Naik, Teknologi AI Jadi Penyebab Utamanya
Para analis memperkirakan harga smartphone akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang, dan penyebab utamanya adalah teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin kompleks dan mahal diimplementasikan.
Dalam beberapa tahun ke depan, konsumen mungkin harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli smartphone baru. Para analis industri memprediksi harga ponsel akan terus merangkak naik, dan penyebab utamanya bukan sekadar inflasi atau komponen langka, melainkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin mendominasi perangkat modern.
Teknologi AI kini menjadi jantung dari hampir semua inovasi smartphone. Mulai dari kamera dengan pemrosesan gambar berbasis AI, fitur asisten pintar, hingga pengoptimalan performa dan daya baterai secara otomatis, semua memerlukan chip dan sistem yang lebih canggih â dan tentu saja, lebih mahal.
Menurut laporan Counterpoint Research, produsen kini mengalokasikan hingga 30â40% biaya produksi hanya untuk komponen yang mendukung kemampuan AI. Misalnya, chip berkemampuan neural processing unit (NPU) yang digunakan untuk menjalankan fitur seperti AI photo enhancement, real-time translation, dan voice assistant berbasis model besar (LLM).
âIntegrasi AI generatif membuat produsen harus meningkatkan kapasitas komputasi di perangkat, bukan hanya lewat software, tetapi juga hardware yang mampu menjalankan model AI secara lokal,â kata analis teknologi global dari TrendForce, Ethan Qi, .
Selain biaya chip, meningkatnya ketergantungan pada layanan cloud AI juga menambah beban produksi. Beberapa merek besar seperti Samsung, Apple, dan Google bahkan telah mengembangkan model AI sendiri, yang berarti investasi besar dalam infrastruktur data, riset, serta pengembangan algoritma.
Menurut Qi, tren ini akan terus berlanjut hingga 2027. âSemakin pintar sebuah ponsel, semakin tinggi pula ongkos riset dan biaya produksinya. Produsen tidak punya pilihan selain meneruskan sebagian biaya tersebut ke konsumen,â ujarnya.
Namun, kenaikan harga ini juga dibarengi dengan peningkatan nilai tambah bagi pengguna. Smartphone masa depan diprediksi mampu menganalisis konteks percakapan, memahami kebiasaan pengguna, hingga memprediksi kebutuhan mereka secara otomatis â menjadikannya asisten digital personal yang sesungguhnya.
Meski begitu, beberapa pengamat memperingatkan bahwa pasar menengah bisa terkena dampak signifikan. Jika biaya AI terus melonjak, produsen mungkin harus memangkas margin atau menunda penerapan fitur AI canggih di segmen ponsel yang lebih murah.
Dengan perkembangan cepat di bidang AI, harga smartphone yang dulu stagnan kemungkinan akan berubah menjadi lebih dinamis â mengikuti seberapa cepat otak buatan ini berkembang.





